Jumat, 30 Desember 2016
Suara Rakyat 02
bahasa adalah penghubung pengetahuan dan penghubung negara-negara, dengan bahasa seseorang mudah untuk mencurahkan dan mendapatkan dari manapun,. seseorang yang tidak peduli dengan bahasa, tidak memakan waktu lama mengalami kemunduran.
bagi saya, bahasa adalah tameng kehidupan, karena menguasai bahasa berarti mengetahui dunia. katrena dunia tidak memiliki satu bahasa, terlebih lagi dengan bahasa asing.
setiap institusi menyediakan sebuah lembaga bahasa dan terbuka bagi siapa saja yang ingin kemampuan berbahasanya. namun tidak sedikit mahasiswa yang acuh terhadap bahasa tersebut. dampak bahasa mungkin belum tampak saat ini, tapi untuk 5-10 tahun ke depan menjadi pendobrak dunia. karena hubungan kinerja menggunakan bahasa.
ketidakpedulian akan bahasa menurut obesrvasi saya dimulai dari sekolah menengah, apalagi teknologi saat ini yang menyediakan berbagai sosmed untuk berkomunikasi dengan orang lain. sebenarnya media tersebut menjadi acuan bagi pengguna untuk belajar bahasa.
lalu, bagaimana kelanjutan seseorang yang sama sekali tidak peduli dengan bahasa? atau tidak mempermasalahkan bahasa?
Suara Rakyat 01
bukan masalah pengetahuan yang membuat sebuah negara terpuruk, karena pengetahuan bisa didapatkan dari instansi mana saja, kemunduran sebuah negara disebabkan karena kurangnya menempatkan pengetahuan untuk hal-hal yang berguna. seperti halnya kasus-kasus yang terjadi di instansi pemerintahan, korupsi misalnya. perilaku tersebut bukan karena kurangnya pengetahuan tapi karena pengetahuan tersebut tidak diamalkan dengan baik sehingga tergiur oleh nominal yang tinggi. pengetahuan hakikatnya adalah mengajarkan seseorang untuk melakukan hal-hal yang berguna, dan mencegah dari hal-hal yang merusak karakter.
permasalahan pengetahuan terjadi setiap harinya, namun permasalahan tersebut tidak dijadikan sebagai sebuah masalah yang serius. ketika seseorang menyalahgunakan pengetahuannya, maka otomatis merubah karakternya. maka, apa gunanya pengetahuan kalau tidak menjadi karakter yang baik? lalu bagaimana pengetahuan yang sebenarnya?
titel sebuah institusi adalah cerminan bagi pemiliknya untuk menjadi pribadi yang baik, namun titel untuk saat ini tidak menjadikan pengaruh yang baik bagi sekitarnya. ungkapan "agent of change" seakan tidak berarti apa-apa, karena agent of change ialah seorang yang bisa merubah dirinya menjadi seorang yang beguna bagi dirinya dan orang lain. peran agent of change dengan pendidikan sangat erat karena keduanya selaras terhadap tujuan dari pengetahuan itu sendiri.
lalu, bagaimana dengan agent of change saat ini? apakah selaras dengan apa yang diorasikan ketika orintasi akademik?
permasalahan pengetahuan terjadi setiap harinya, namun permasalahan tersebut tidak dijadikan sebagai sebuah masalah yang serius. ketika seseorang menyalahgunakan pengetahuannya, maka otomatis merubah karakternya. maka, apa gunanya pengetahuan kalau tidak menjadi karakter yang baik? lalu bagaimana pengetahuan yang sebenarnya?
titel sebuah institusi adalah cerminan bagi pemiliknya untuk menjadi pribadi yang baik, namun titel untuk saat ini tidak menjadikan pengaruh yang baik bagi sekitarnya. ungkapan "agent of change" seakan tidak berarti apa-apa, karena agent of change ialah seorang yang bisa merubah dirinya menjadi seorang yang beguna bagi dirinya dan orang lain. peran agent of change dengan pendidikan sangat erat karena keduanya selaras terhadap tujuan dari pengetahuan itu sendiri.
lalu, bagaimana dengan agent of change saat ini? apakah selaras dengan apa yang diorasikan ketika orintasi akademik?
Langganan:
Komentar (Atom)
